Som Jawa (Talinum paniculatum (jacq.) Gaertn.)

Som Jawa (Talinum paniculatum (jacq.) Gaertn.)

Som Jawa (Talinum paniculatum (jacq.) Gaertn.)

Tanaman obat: Som jawa

Som Jawa merupakan tanaman obat sekaligus sebagai tanaman hias karena bunganya yang cantik. Tanaman ini aslinya berasal dari Amerika tropis. Daunnya berbentuk telur sungsang. Bunganya berbentuk anak payung berwarna merah-ungu yang biasanya mekar saat sore hari.

Kandungan: Saponin, flavonoida, dan tanin.

Khasiat: Sebagai tonikum, menguatkan paru dan menambah nafsu makan.

Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)

Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)

Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides [L.] Presl.)

Tanaman obat: Sisik naga

Sisik naga merupakan tanaman epifit yang banyak ditemukan tumbuh liar di hutan, daerah lembab, dan di ladang. Daunnya berdaging tebal, berbentuk jorong dan berwarna hijau atau hijau kecoklatan.

Kandungan: Minyak asiri, fenol, flavonoid, sterol/triterpen, tanin, dan gula.

Khasiat: Sebagai obat batuk, antiradang, pembersih darah, menguatkan paru-paru, dan menghentikan pendarahan.

Sirih (Piper betle, Linn.)

Sirih (Piper betle, Linn.)

Sirih (Piper betle, Linn.)

Tanaman obat: Sirih

Sirih merupakan tanaman merambat yang telah lama dikenal sebagai obat untuk beberapa penyakit tertentu. Daunnya berbentuk jantung dan piph, permukaan daun liin dan berkerut-kerut.

Kandungan: Gula, pati, asam nikotinat, vitamin C, riboflavin, asam amino, minyak atsiri, karoten, dll.

Khasiat: Mengobati bau mulut, pendarahan gusi, sakit jantung, diare, sakit jantung, sakit gigi, dll.

Singo walang (Petiveria alliacea)

Singo walang (Petiveria alliacea)

 

 Singo walang (Petiveria alliacea)

 

Tanaman Obat: Singo walang

Singo walang adalah tanaman obat yang telah lama digunakan oleh penduduk Indonesia sebagai tanaman obat. Di daerah lain, singowalang dikenal dengan julukan mucura atau anamu. Daun dan akarnya mengeluarkan aroma khas yang tajam mirip bawang putih.

Kandungan: Saponin, flavonoid, acid lignoceric, terpenoida, polifenol, dll.

Khasiat: Mengobati kencing batu, rematik, nyeri sendi, penyakit saraf, TBC, dll.

Sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.)

Sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.)

Sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.)

Tanaman obat: Sereh

Sereh merupakan tanaman bumbu dapur yang telah lama digunakan dalam berbagai keperluan masakan. Tanaman ini memiliki daun, tangkai, dan rimpang yang aromatik. Selain sebagai penambha citarasa pada masakan, sereh juga banyak dijadikan bahan penobatan tradisional.

Kandungan: Minyak atsiri, kamfen, sabinen, sitral, sitronelol, dll.

Khasiat: Peluruh seni, peluruh keringat, bahan untuk kumur, peluruh dahak, meredakan demam, kejanh, meningkatkan nafsu makan, dll.

Senggani (Melastoma candidum D. Don)

Senggani (Melastoma candidum D. Don)

Senggani (Melastoma candidum D. Don)

Tanaman obat: Senggani

Senggani merupakan tanaman obat yang banyak tumbuh liar di tepi jalan dan semak belukar. Daunnya tunggal dan letaknya bersilangan. Helai daun lonjong hingga bulat telur dan permukaannya kasar. Tanaman ini menghasilkan bunga berwarna ungu kemerahan yang terdiri dari 5 helai daun mahkota.

Kandungan: Saponin, flavonoida, dan tanin.

Khasiat: Mengobati gangguan pencernaan, diare, disentri, wasir, radang, sariawan, dll.

Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)

Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)

Sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.)

Tanaman obat: Sembung legi

Tanaman sembung legi merupakan tanaman obat yang biasanya tumbuh di daerah terbuka hingga yang terlindung seperti pinggir sungai. Tanaman ini memiliki daun yang muncul berseling dan berbulu halus, berbentuk lonjong dengan bagian ujung lancip, tepi daunnya bergerigi. Dikenal pula dengan sebutan sembung utan, kamandhin, capo, dll.

Kandungan: Cineole, limonene, borneol, di-methyl ether phloroacetophenone, dll.

Khasiat: Mengobati kembung, diare, influenza, nyeri saat haid, reumatik, sakit tulang, dll.

Seligi (Phyllanthus buxifolius)

Seligi (Phyllanthus buxifolius)

Seligi (Phyllanthus buxifolius)

Tanaman obat: Seligi

Tanaman seligi atau kayu sisih, begitu sebutannya di Bali merupakan tanaman yang banyak ditanam di pekarangan rumah. Seligi banyak ditanam di Bali sebagai tanaman penolak bala, selain itu daunnya sangat berkhasiat sebagai obat keseleo.

Cara membuat ramuan obat dari tanaman daun seligi: Siapkan beberapa helai daun seligi, tumbuk hingga lumat, tambahkan dengan minyak kelapa. Ramuan tersebut dibalurkan pada tangan atau kaki yang mengalami keseleo.

Selasih (Ocimum basilicum L.)

Selasih (Ocimum basilicum L.)

Selasih (Ocimum basilicum L.)

Tanaman obat: Selasih

Selasih merupakan tanaman yang terkenal karena kegunaan bijinya yang biasa dicampurkan dalam minuman dingin. Biji tersebut berasal dari bunganya yang sudah kering berwarna hitam. Sementara daunnya banyak diolah sebagai rempah karena aromanya yang khas.

Kandungan: Citral, geraniol, linalool, methyichavicol, encalyptole, himonene, methyl cinnamate, farnesol, furfural, dll.

Khasiat: Menyembuhkan sembelit, perut kembung, meredakan stress, gangguan pernapasan, dampak buruk nikotin, rasa lapar, sakit kepala, dll.

Secang (Caesalpia sappan L.)

Secang (Caesalpia sappan L.)

Secang (Caesalpia sappan L.)

Tanaman obat: Secang

Secang atau dikenal pula dengan nama soga jawa merupakan tanaman pohon yang banyak dimanfaatkan batangnya sebagai pewarna. Kayu dari tanaman ini bila digodok akan memberikan warna merah gading muda. Bisa dimanfaatkan untuk bahan pengecetan, pewarna anyaman, tinta atau bahan pewarna makanan dan minuman.

Kandungan: Resin, resorsin, asam galat, tanin, brasilin, brasilein, oscimene, minyak atsiri, dll.

Khasiat: Mengobati disentri, TBC, diare, tumor, malaria, tetanus, memar berdarah, dll.